Proyek

Master proyek: identitas, nilai kontrak, jadwal, rincian pekerjaan (WBS), dan anggaran per akun. Semua laporan proyek membaca dari sini, dan kode proyek inilah yang dipilih di dokumen transaksi.

Kapan Form Ini Dipakai

Field yang Perlu Diperhatikan

Kelompok Umum dan Jadwal & Nilai:

Field Yang perlu diperhatikan
Kode Wajib, diketik sendiri, maksimal 30 karakter. Kode ini tampil di seluruh laporan dan dipilih di dokumen - pakai pola yang terbaca, misal PRJ-CITRA-01. Tidak ada penomoran otomatis.
Nama Wajib. Nama proyek sebagaimana dikenal pelanggan dan tim.
Kelompok Proyek Opsional; hanya kelompok berstatus aktif yang muncul. Dipakai sebagai filter di laporan rekap.
Pelanggan Opsional. Kosongkan untuk proyek internal. Hanya pelanggan aktif di kelompok pelanggan yang boleh diakses peran Anda yang muncul.
Divisi Wajib, terisi dari divisi bawaan peran. Peran yang dikunci ke satu divisi tidak bisa menggantinya.
Manajer Proyek Opsional, dipilih dari daftar user aplikasi.
Proyek Internal Saklar. Proyek internal tidak berpendapatan, jadi laporan mengosongkan kolom margin untuknya - tanpa saklar ini setiap proyek internal terbaca rugi 100%.
Status Wajib: Rencana, Berjalan, Ditahan, Selesai, atau Batal. Hanya proyek Berjalan yang tampil di Dashboard Proyek.
Nilai Kontrak Nilai yang disepakati. Dipakai sebagai pembanding di laporan laba dan margin, jadi tidak perlu dihitung ulang dari penagihan yang belum tentu sudah masuk.
Tanggal Mulai, Target Selesai, Tanggal Selesai Jadwal proyek. Tanggal Mulai juga dipakai sebagai filter di Dashboard Proyek dan Rekap Semua Proyek, jadi sebaiknya selalu diisi.
Progres (%) Tidak bisa diketik. Dihitung ulang dari bobot dan progres tugas WBS setiap kali proyek disimpan.

Daftar Rincian Pekerjaan (WBS)

Tab ini sumber angka progres fisik. Boleh dikosongkan, tapi lalu progres proyek tetap nol dan laporan kehilangan pembanding terhadap serapan biaya.

Field Yang perlu diperhatikan
Kode WBS Penomoran pekerjaan, contoh 1, 1.1, 1.2. Urutan tampil mengikuti kode ini - jadi hierarki dibaca dari kodenya.
Nama Wajib. Nama pekerjaan.
Bobot (%) Porsi pekerjaan ini terhadap seluruh proyek. Tidak wajib berjumlah 100: progres proyek dibagi dengan jumlah bobot yang benar-benar ada, jadi angkanya tetap masuk akal selama WBS masih disusun.
Progres (%) Progres pekerjaan ini, diisi orang. Inilah satu-satunya angka progres yang diketik di modul ini.
Anggaran Biaya Anggaran biaya tugas ini, untuk pembanding di tingkat tugas. Anggaran yang dibaca laporan Anggaran vs Realisasi adalah yang di tab Daftar Anggaran, bukan kolom ini.
Rencana Mulai, Rencana Selesai, Realisasi Mulai, Realisasi Selesai Jadwal rencana dan kenyataan tugas.
Penanggung Jawab User yang bertanggung jawab atas tugas ini.
Status Wajib: Belum Mulai, Berjalan, Selesai, atau Batal.
Tugas dengan bobot 0 tidak ikut menghitung progres proyek - bukan dihitung sebagai nol. Itu sengaja, supaya menambah baris kosong tidak menarik progres proyek turun.

Daftar Anggaran

Anggaran biaya proyek per akun. Bentuk inilah yang membuat laporan Anggaran vs Realisasi bisa membandingkan langsung tanpa pemetaan kategori.

Field Yang perlu diperhatikan
Akun Wajib. Daftarnya hanya berisi akun laba rugi - pendapatan, harga pokok, beban, pendapatan/beban lain, dan pajak. Akun neraca seperti kas, persediaan, dan hutang tidak bisa dianggarkan di sini, karena realisasi yang dibandingkan juga hanya akun laba rugi.
Nama Akun Terisi otomatis dari akun yang dipilih.
Jumlah Wajib. Anggaran untuk akun itu di proyek ini.
Catatan Keterangan bebas, misal dasar perhitungan anggarannya.
Kalau nama kategori anggaran yang diinginkan belum ada, yang ditambah adalah akunnya di master Akun - bukan dimensi baru di sini.

Dampak Setelah Simpan

Masalah Umum

Lokasi Menu