Konsep Modul Proyek

Untuk apa modul Proyek ada, bagaimana biaya dan pendapatan sampai ke sebuah proyek, dan urutan menyiapkannya sampai laporan laba rugi per proyek terisi. Baca ini dulu sebelum membuka form mana pun.

Apa yang Dikerjakan Modul Ini

Satu pertanyaan yang dijawab modul ini: proyek ini untung atau rugi, dan sudah berapa banyak anggarannya terpakai. Sasarannya usaha yang pekerjaannya berumur panjang dan punya anggaran sendiri - kontraktor, pengembang properti, software house, event organizer, bengkel proyek.

Modul ini addon berbayar. Menunya, dan seluruh field Proyek di form transaksi, baru muncul sesudah fitur Proyek aktif di langganan Anda. Tenant yang tidak memakainya tidak melihat satu field baru pun.

Kenapa Angkanya Tidak Bisa Berbeda dari Laporan Keuangan

Proyek di Zayeen bukan buku biaya tersendiri: ia dimensi buku besar.

Di Mana Proyek Diisi

Field Proyek muncul di kepala dua belas dokumen berikut. Isinya boleh kosong - dokumen tanpa proyek tetap sah, hanya tidak masuk laporan proyek.

Dokumen Yang dicatatnya untuk proyek
Permintaan Pembelian, Order Pembelian, Penerimaan Barang, Pembelian Rantai pengadaan material dan jasa. Proyek ikut turun otomatis: diisi sekali di permintaan atau order, lalu terbawa ke penerimaan dan faktur.
Persediaan Keluar Pemakaian material dari gudang ke proyek. Inilah dokumen yang mengubah material menjadi biaya proyek.
Penjualan, Order Penjualan Penagihan dan nilai kontrak yang terealisasi.
Retur Penjualan, Retur Pembelian Pengurang pendapatan dan biaya proyek. Proyeknya harus dipilih sendiri di layar retur - retur adalah dokumen berdiri sendiri, tidak mewarisi proyek dari faktur asalnya.
Jurnal Biaya, Jurnal Pendapatan Biaya dan pendapatan proyek yang tidak lewat pembelian atau penjualan.
Jurnal Umum Berproyek per baris, bukan per dokumen - jadi satu jurnal bisa membagi biaya ke beberapa proyek sekaligus. Proyek yang dipilih di kepala jurnal hanya menjadi nilai awal baris baru.
Satu dokumen hanya bisa milik satu proyek. Satu faktur pembelian material untuk tiga proyek harus dipecah menjadi tiga faktur - atau dibebankan lewat Jurnal Umum yang berproyek per baris. Dua jenis dokumen sengaja tidak berdimensi proyek: kasir POS (POS adalah ritel) dan dokumen penerimaan piutang/pembayaran hutang (keduanya hanya memindahkan kas dan tidak menyentuh akun laba rugi, jadi laporan proyek tidak kehilangan apa pun).

Kenapa Biaya Material Belum Terlihat sebagai Biaya

Ini keberatan pertama yang hampir selalu muncul di minggu pertama, dan jawabannya ada di laporan.

Istilah

Istilah Artinya
Proyek Satu pekerjaan berkode sendiri (misal PRJ-CITRA-01) dengan nilai kontrak, jadwal, dan anggaran sendiri. Kodenya diketik, bukan dinomori otomatis, karena dipakai di laporan dan dokumen.
Kelompok Proyek Pengelompokan proyek: cluster untuk pengembang properti, jenis pekerjaan untuk kontraktor, lini produk untuk software house. Dipakai sebagai filter rekap.
Rincian Pekerjaan (WBS) Daftar tugas proyek berkode 1, 1.1, 1.2. Tiap tugas punya bobot dan progres sendiri; dari keduanya lahir progres fisik proyek.
Anggaran Proyek Rencana biaya per akun laba rugi. Bukan kategori bebas - akunnya sama dengan akun yang dipakai jurnal, supaya realisasinya tidak perlu dipetakan.
Progres Fisik Rata-rata progres tugas WBS yang berbobot, ditimbang bobotnya. Diisi orang lewat progres tiap tugas.
Serapan Biaya Total Terpakai dibagi total anggaran, dalam persen. Dibandingkan dengan progres fisik.
Proyek Internal Proyek tanpa pelanggan dan tanpa pendapatan - pembangunan kantor sendiri, pengembangan produk sendiri. Kolom margin dikosongkan supaya tidak terbaca "rugi 100%".

Urutan Menyiapkan

  1. Pastikan fitur Proyek aktif di langganan; menu Manajemen Proyek baru muncul sesudah itu.
  2. Bila perlu, buat Kelompok Proyek lebih dulu - boleh dilewati kalau proyeknya sedikit.
  3. Buat Proyek: kode, nama, pelanggan (kosongkan untuk proyek internal), divisi, manajer, nilai kontrak, dan jadwal.
  4. Isi tab Daftar Rincian Pekerjaan: tugas, bobot, dan tanggal rencana. Tanpa bobot, progres fisik proyek tetap nol dan laporan kehilangan peringatan dininya.
  5. Isi tab Daftar Anggaran per akun biaya. Tanpa anggaran, laporan Anggaran vs Realisasi tetap menampilkan realisasi, tapi tidak ada serapan yang bisa dihitung.
  6. Mulai mengisi field Proyek di dokumen: permintaan/order pembelian, pembelian, Persediaan Keluar, penjualan, dan jurnal.
  7. Perbarui progres tiap tugas WBS secara berkala - itu satu-satunya angka di modul ini yang harus diisi orang.
  8. Baca Dashboard Proyek harian, dan Anggaran vs Realisasi saat menyetujui pengeluaran berikutnya.

Kalau Tenant Tidak Memakai Paket Akuntansi

Yang Sengaja Tidak Ada